Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pelaku UMKM tetap terhubung dengan konsumen dan dapat menjangkau konsumen baru serta meningkatkan pendapatan, adaptasi digital juga memiliki risiko, diantaranya risiko siber seperti penipuan online, peretasan, pemalsuan identitas, dan bocornya data konsumen. Pentingnya pelaku usaha UMKM mengetahui cara pencegahan agar terjadi dari kejahatan dunia maya.
Kurangnya pemahaman akan keamanan siber juga dianggap sebagai penyebab utama mengapa masih banyak pelaku usaha, termasuk UMKM, sangat rentan terhadap kejahatan di jagat maya.
Edukasi mengenai keamanan siber sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan budaya keamanan siber menjadi salah satu upaya penting yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak seperti perusahaan, asosiasi, dan pemerintah secara sinergis dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar lagi.
Kurrikullum pembelajaran :
A. Fundamental Keamanan sistem informasi
- Pengenalan Keamanan Informasi
- Masalah dalam Keamanan Informasi
- Tujuan Keamanan Informasi
B. Dasar -Dasar keamanan sistem informasi
- Steganografi, Kriptografi, Enkripsi, Kunci Private, kunci public, kombinasi kunci private dan public
C. Evaluasi Keamanan Sistem Informasi
- Sumber lubang keamanan, Penguji keamanan sistem, Probing services, Penggunaan program penyerang, penggunaan program pemantau jaringan.
D. Mengamankan sistem informasi
- Mengatur akses, menutup service yang tidak digunakan,memasang proteksi (Firewall), Pemantau adanya serangan, audit, backup rutin.
E. Eksploitasi keamanan sistem informasi
F. Technical Vulnerabilities
- SQL Injection, XSS, Path Traversal, Command Injection, dan lain-lain. 2. Logical Vulnerabilities Value modification, privilege escalation, user impersonation, false account creation, dan lain-lain.
G.Kemanan sistem informasi
Format email, penyadapan, pemalsuan, penyusupan virus, mailbomb, mail relaying